Banjir Besar Sungai Serang, 5000an Warga Cingkrong, Grobogan Terendam

 

Grobogan, kristalmedia.net - Bencana banjir di Kabupaten Grobogan semakin meluas, memaksa pemerintah daerah menetapkan status Tanggap Darurat Bencana. Hingga saat ini, tercatat sebanyak 34 desa di 19 kecamatan terdampak luapan air, dengan Desa Cingkrong menjadi salah satu wilayah terdampak paling parah.


Sekitar 2.415 keluarga atau kurang lebih 5.000 warga terendam banjir sejak Senin pagi (16/2/2026) akibat meluapnya Sungai Serang. Dusun Karangmanis dan Dusun Tegal Giling menjadi titik awal genangan yang dipicu oleh curah hujan tinggi dan kondisi hutan yang gundul. Kondisi diprediksi masih mengkhawatirkan seiring meningkatnya elevasi Sungai Lusi.


"Ini banjir terbesar dalam empat tahun terakhir," ungkap Perangkat Desa Cingkrong, Ririn Dwi Novitasari.


Sorotan Terhadap Kerusakan Alam


​Kondisi ini mendapat perhatian serius dari Ketua DPRD Grobogan, Lusia Indah Artani. Saat meninjau lokasi bencana, politisi PDI Perjuangan yang akrab disapa Mbak Lusi ini menekankan pentingnya evaluasi terhadap kelestarian lingkungan.


"Bencana ini harus membuat kita lebih peduli. Jika alam rusak, ia akan 'marah' dan membawa dampak besar seperti yang kita rasakan sekarang," ujarnya.


Lusia juga menyatakan akan berkoordinasi dengan pemerintah daerah untuk mengkaji ulang fungsi hutan di wilayah Grobogan. "Kami akan membuat kajian bersama pemerintah terkait kemungkinan mengusulkan perubahan status Hutan Produksi menjadi Hutan Lindung di kawasan Kabupaten Grobogan," pungkasnya.


Selain meninjau lokasi banjir, Ketua DPRD juga menyalurkan bantuan langsung kepada warga terdampak untuk meringankan beban masyarakat di tengah situasi darurat ini.[]


Kontributor: Wahyu Dwi Pranata (Supaya Grobogan Maju)

Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.