PJD: Membentuk Jurnalis Kritis di Tengah Era Digital.
Pada
perkembangan zaman ini, informasi dapat tersebar dengan cepat dan diperoleh
dengan mudah.Informasi dapat kita peroleh melalui berbagai sumber,seperti youtube,Instagram,siaran
televisi,dan masih banyak lagi.Hal ini memudahkan masyarakat, terutama para
siswa dalam menggali informasi dengan cepat dan mudah.Ketika para siswa
kebingungan dalam memahami suatu pelajaran,mereka dapat mencari penjelasan yang
lebih mudah di berbagai sumber di media sosial. Akan tetapi, informasi yang
beredar di sekitar kita ini tidak semuanya benar.Sebagian berita yang beredar
ada yang berupa berita palsu atau tidak sesuai kenyataan.
Maka dari itu jurnalistik adalah sebuah ilmu yang
penting untuk dipelajari.Tujuannya untuk memastikan kebenaran dari berita
tersebut sebelum mempercayai dan menyebarkan berita tersebut.
Demi mewujudkan anggapan yang nantinya akan menjadi
bomerang anak muda dimasa depan, maka diadakanlah Pelatihan Kejurnalistikan di
MA Tajul Ulum yang diikuti oleh seluruh keaanggotaan LPS Kristal. Pada
pelatihan ini,segenap anggota kristal dilatih tentang kejurnalistikan,seperti
cara membuat berita,opini,dan foto atau videografis.
Hal ini sangat membantu para anggota Pers di tengah
-tengah modernisasi dunia.
Disaat dunia sedang dilanda keterpurukan suatu
informasi, disaat itu juga para anak muda Indonesia harus dilatih ‘bagaimana
mencari sebuah sumber informasi yang teverifikasi di masyarakat?’ .
Dengan dimikian, kita harus menjadi pemburu fakta yang
kritis “We’ll never know unless we
seek the truth.” Kita tidak akan tahu sebelum mencari tahu.
Jika kita menanamkan pemikiran seperti hal tersebut , kita
akan menjadi ‘penyelidik realitas’ dan seorang critical thinker dalam menghadapi Di tengah derasnya arus informasi dan maraknya disinformasi dunia.
Tidak ada komentar: