Haul K.H. Syarqowi; Keberkahan yang Tak Pernah Terhenti

 


Tanggungharjo, Kristalmedia.net — Haul K.H. Syarqowi, seorang tokoh sentral yang berjasa besar dalam pendirian Yayasan Tajul Ulum, kembali diselenggarakan dengan khidmat. Acara ini berpusat pada kegiatan ziarah kubur dan melibatkan seluruh siswa MTs dan MA Tajul Ulum, baik putra maupun putri, bersama para masyayikh serta dewan guru, p
ada Senin (5/1/2026). Peringatan haul ini bukan sekadar mengenang jasa-jasa beliau, tapi juga menjadi momen penting untuk menanamkan nilai-nilai spiritual, keteladanan, dan kecintaan santri kepada para ulama. Oleh karena itu, seluruh siswa diwajibkan mengikuti ziarah kubur sebagai bentuk penghormatan dan doa kepada pendiri Yayasan.

 

Untuk memastikan acara berjalan tertib dan lancar, pelaksanaan ziarah kubur dibagi dalam dua sesi. Sesi pertama dijadwalkan pukul 07.00–09.00 WIB, khusus untuk siswi MTs dan MA Tajul Ulum Banat. Sedangkan sesi kedua berlangsung pukul 09.30–11.30 WIB yang diikuti oleh para siswa MTs dan MA Banin Tajul Ulum. Karena jarak dari madrasah ke makam K.H. Syarqowi cukup jauh, panitia menyediakan beberapa unit truk sebagai sarana transportasi. Para siswa diberangkatkan secara bergantian menggunakan truk-truk yang telah disiapkan. Walau terbilang sederhana, fasilitas ini sangat membantu kelancaran acara dan menunjukkan kepedulian yayasan terhadap para santri.

 

Sesampainya di makam, area pemakaman langsung dipenuhi oleh para santri yang khusyuk mengikuti doa dan tahlil yang dipimpin oleh para masyayikh. Jumlah peziarah yang begitu banyak bahkan sempat membuat arus lalu lintas di sekitar makam menjadi tersendat. Namun, kondisi seperti itu memang bisa dimaklumi sebagai wujud antusiasme dan penghormatan santri kepada ulama yang sangat mereka hormati. “Rasanya agak sesak saat menunggu giliran truk untuk pulang, tapi tetap senang karena bisa ikut ziarah haul,” kata Faruq Mumtaz Al Azmi, siswa kelas X A, saat ditemui di lokasi.

 

Selain memberikan pengaruh spiritual, keramaian ziarah haul ini juga berdampak positif bagi perekonomian masyarakat sekitar. Banyak pedagang makanan dan minuman yang berjajar di sekitar makam dan kebanjiran pembeli, terutama dari kalangan santri yang mulai merasa lapar usai mengikuti rangkaian kegiatan. “Alhamdulillah, dagangan saya hari ini langsung habis. Para santri memang banyak yang memborong,” ujar seorang pedagang siomai dengan wajah sumringah.

 

Acara haul K.H. Syarqowi ini membuktikan bahwa meskipun beliau sudah wafat lama, keberkahan dan manfaat yang beliau tinggalkan masih terasa sampai sekarang. Tidak hanya dari sisi spiritual lewat doa dan ziarah santri, tapi juga dari aspek sosial dan ekonomi bagi warga sekitar. Ini sekaligus menguatkan ikatan batin antara santri, yayasan, dan para masyayikh, sekaligus menegaskan penghormatan kepada para ulama sebagai warisan tradisi pesantren yang terus dilestarikan.

By; Muhammad Alvin Masykur & Muhammad Ikmal Mujtaba

Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.