Setetes Darah Sejuta Harapan, Siswa MATU Ikuti Donor Darah Sukarela

Brabo, kristalmedia.net —Kamis (15/1/2026), MA Tajul Ulum mengadakan kegiatan donor darah bersama Unit Donor Darah PMI Kabupaten Grobogan. Kegiatan ini diikuti secara sukarela oleh para siswa yang telah memenuhi persyaratan mendonor.


Persyaratan mengikuti donor darah meliputi lima hal, yaitu usia minimal 17 tahun, berat badan minimal 45 kg, dalam kondisi sehat jasmani dan rohani, tekanan darah normal dan terakhir, kadar hemoglobin yang memadai. Persyaratan tersebut ada untuk menjaga keamanan dan kesehatan para siswa.


Acara donor darah dimulai dari pukul 08.00 WIB sampai dengan 12.00 WIB. Donor darah bukanlah suatu kewajiban, namun semangat dan empati para siswa terlihat dengan jelas, sebanyak 54 siswa turut mendonorkan darahnya untuk membantu banyak orang yang membutuhkan di luar sana.


Lewat kegiatan ini, MA Tajul Ulum berhasil mendidik para siswa tentang rasa kepedulian kepada sesama, juga mereka belajar langsung tentang pentingnya berbagi.


Lima puluh empat bukanlah sekadar statistik, namun angka tersebutlah yang menunjukkan tingkat kepedulian para siswa. Angka tersebut terbilang tinggi menimbang jumlah siswa MA Tajul Ulum yang kebanyakan belum masuk standar persyaratan donor darah.


Sebelum mendonor, para siswa melalui screening atau cek kesehatan. Hal ini dilakukan demi menjaga keselamatan para siswa yang melakukan donor darah.


Kegiatan donor darah yang dilakukan oleh UDD PMI Kabupaten Grobogan turut dibantu oleh organisasi PMR dari MA Tajul Ulum. Anggota PMR ikut membantu memberi arahan, menjaga suasana, mendampingi, dan memastikan antrean tetap urut, hal itu tentu membuat suasana ruangan menjadi lebih nyaman dan kondusif.


“Saya senang bisa turut membantu orang-orang yang membutuhkan di luar sana,” ucap Ahmad Muhibbi Nawwal Yahya, siswa kelas XII IPA 2.


Acara donor darah ada bukan hanya sekadar membantu orang yang membutuhkan, namun kegiatan donor darah juga melatih siswa untuk meningkatkan kepedulian dalam membantu sesama.


“Saya harap bantuan dari saya bisa bermanfaat bagi orang yang membutuhkan, semoga tetes darahku bisa menjadi cahaya harapan baginya yang sedang kesakitan,” imbuh Ahmad Muhibbi Nawwal Yahya.


Saat acara selesai para siswa pulang, mereka tidak hanya membawa pengalaman, tetapi juga pelajaran tentang solidaritas dan empati, dari setetes darah tumbuhlah berjuta harapan.


Reporter: Muhammad Alvin Masykur

Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.